Category Archive : Berita Utama

Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Monev Pelaksanaan UAMBN-BK di MTs Negeri Gresik
Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Monev Pelaksanaan UAMBN-BK di MTs Negeri Gresik

Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Monev Pelaksanaan UAMBN-BK di MTs Negeri Gresik

(MTsN Gresik) Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Moh. Qoyyim pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2019/2020 di MTs Negeri Gresik.

Dalam kesempatan itu, Kasi Bimas yang menjabat Plt Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik mengatakan, monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan UAMBN-BK tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) berjalan kondusif, lancar dan tidak terkendala, sebab pelaksanaan UAMBN-BK itu merupakan salah satu dasar dalam penentuan kelulusan siswa. Oleh karenanya semua persiapan harus benar-benar maksimal.

Terkait pelaksanaan UAMBN-BK tahun pelajaran 2019/2020 di MTs Negeri Gresik, kepala MTs Negeri Gresik menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2019/2020 di MTs Negeri Gresik diikuti 310 peserta yang terbagi dalam 3 sesi dengan menggunakan 3 lab. Pada sesi pertama di mulai pada pukul 7.15 s.d 9.15, sesi dua di mulia pukul 10.15 s.d 12.15, dan sesi tiga di mulai pukul 12.55 s.d 14.55. untuk mata pelajaran UAMBN-BK hari pertama Al-Qur’an Hadits, hari kedua Fiqih, dan hari ketiga SKI.

Selain itu, Moh. Qoyyim juga menyampaikan bahwa UAMBN-BK merupakan hajat Nasional, sehingga harus benar-benar dipersiapkan secara maksimal dengan harapan nilai siswa dapat lebih baik lagi dalam pelaksanaan UAMBN-BK ini, ujarnya. Ditambahkannya, agar pelaksanaan UAMBN-BK bisa berlangsung sukses tanpa kendala hingga pelaksaan UAMBN-BK selesai pada Rabu 18 maret 2020 dipastikan baik pada jaringan internet dan listrik PLN semuanya aman dan tidak ada gangguan, bahkan untuk memastikan jaringan listrik aman telah disediakan satu unit genset sebagai antisipasi apabila terjadi listrik PLN padam.

Dari hasil monitoring dan evaluasi Plt Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Moh. Qoyyim, menyampaikan bahwa pelaksanaan UAMBN-BK  di MTs Negeri Gresik tidak ada kendala, beliau bangga karena sarana PC atau Laptop yang disediakan cukup memadai terbukti setiap siswa memegang satu komputer, beliau juga berdo’a untuk para peserta ujian semoga seluruh siswa bisa mengikuti UAMBN-BK sampai selesai dan berhasil meraih nilai maksimal sehinga semua siswa dapat lulus ujian.

“Terkait dengan virus Corono (Covid-19) madrasah mengambil langkah sebagai bentuk pencegahan bagi peserta didik kelas 9 yang sedang melaksanakan UAMBN-BK dengan cara mencuci tangan sebelum masuk ke madrasah dan pulang dari madrasah.” Ungkap Moh. Zainuri.

Ahmad Jamil, kepala MTs Negeri Gresik saat mendampingi di ruang ujiian (Lab) menyampaikan ucapan terimakasih banyak atas kunjungan bapak Moh. Qoyyim selaku Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik di MTs Negeri Gresik. Melihat langsung kondisi pelaksanaan UAMBN-BK, sehingga hasil dari kunjungannya bisa menjadi masukan untuk bahan evaluasi madrasah terhadap pelaksanaan UAMBN-BK ke depannya. (Abd)

MGMP: Workshop “Google Form” Sebagai Alternatif Pembelajaran Daring di MTs Negeri Gresik
MGMP: Workshop “Google Form” Sebagai Alternatif Pembelajaran Daring di MTs Negeri Gresik

MGMP: Workshop “Google Form” Sebagai Alternatif Pembelajaran Daring di MTs Negeri Gresik

(MTsN Gresik) dalam rangka menyiapkan pembelajaran Daring bagi peserta didik di MTs Negeri Gresik, Wakil Kepala bidang Kurikulum, Mohammad Zainuri menyelenggarakan Workshop pembuatan Google Form sebagai pembelajaran daring (online) bagi peserta didik selama dua minggu ke depan. Tujuan Pembuatan Google Form, menurutnya, adalah untuk menindaklanjuti dari surat edaran dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dengan nomor: B.638/Kk.13.19.2/PP.00.03/2020 terkait penanggulangan bencana non Alam (Covid-19) yang fokus pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbasis daring (online). Hal itu dimaksud sebagai tindakan preventif terhadap virus Corona (Covid-19) yang berkembang saat ini. Peserta didik tetap belajar di rumah dengan mengikuti pembelajaran sebagaimana biasa akan tetapi metode yang digunakan menggunakan daring atau pembelajaran online.

Selasa, (17/03) berlangsung di ruang Lab. IPA, seluruh dewan guru mnegikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pembuatan Google Form. Kegiatan workshop di pandu langsung oleh guru mapel TIK, bapak Hodri, Ahmad Azkia, dan Hendra Prasetya. Secara teknis, dalam prakteknya terkait akses Google Form di awali dengan membuat akun (Gmail). Guru yang belum memiliki akun harus membuat terlebih dahulu.
Sedangkan untuk penyusunannya, user (guru) tinggal mengikuti langkah-langkah yang sudah tersedia. Seperti membuat keterangan responden baik nama, kelas, nomor absen. Selanjutnya mengisi form dengan pertanyaan dan jawaban untuk soal bentuk pilihan ganda. Kemudian user tinggal mengatur teknis soal secara kondisional seperti skoring, token, apa yang boleh dilihat oleh responden (siswa), dan tidak lupa membuat linknya untuk bisa diakses oleh peserta didik nantinya.

Siti Nur Hamidah, guru IPA, mengaku awalnya agak rumit dengan beberapa langkah yang harus Ia ikuti. Tetapi setelah di pandu oleh Instruktur, bu Mida langsung bisa memahami dengan baik dan bisa membuat soal di aplikasi Google Form. “Ini sangat menarik dan cukup mudah penggunaannya”, ungkapnya.
Moh. Mushaffan, Waka Kesiswaan menambahkan, bahwasany effek dari munculnya virus Corona (Covid-19) selain berdampak Negatif, juga memunculkan sisi positif bagi kompetensi guru. “Melek IT, juga bisa dibilang ini sebuah inovasi dalam pembelajaran. Guru bisa membuat Google Form sebagai media pembelajaran online untuk peserta didik.” Katanya.

Selain itu, Kepala madrasah, Ahmad Jamil sangat mengapresiasi kegiatan MGMP kali ini. “Di samping guru bisa menggunakan aplikasi online Google Form, anak-anak tetap bisa belajar di rumah dengan materi yang dikirim melalui link. Anak-anak tinggal masuk linknya dan mempelajari materi serta mengerjakan soal-soal yang sudah ada.” Ungkapnya.

“Semoga peserta didik tetap berada di rumah dengan mengikuti KBM Online. Beliau berharap kepada seluruh dewan guru hususnya Wali kelas untuk selalu memotivasi dan mengingatkan agar anak-anak tidak keluyuran baik di siang maupun malam hari. Hal itu sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Corona (Covid-19). Semoga Allah memberikan pertolongan pada kita semua, keluarga besar MTs Negeri Gresik.” Tambahnya (abd)

Cegah Covid-19, MTs Negeri Gresik Gelar Senam Cuci Tangan
Cegah Covid-19, MTs Negeri Gresik Gelar Senam Cuci Tangan

Cegah Covid-19, MTs Negeri Gresik Gelar Senam Cuci Tangan

(MTsN Gresik) “sehat itu mahal”, kalimat singkat terlontar dari wakil kepala bidang Kehumasan MTs Negeri Gresik bapak Santiaji sebelum pelaksanaan kegiatan senam bersama. Sekitar 1000 peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik menggelar senam cuci tangan di halaman madrasah. Jumat, (13/3).
Kegiatan senam cuci tangan Ini merupakan upaya sekolah mengedukasi para siswanya untuk hidup sehat termasuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19). Peserta didik melakukan senam gerakan cuci tangan sesuai anjuran WHO (world health organization).

Dengan dipandu langsung oleh Guru PenjasOrkes bapak Sutoyo, Taufiq, dan Doni F. peserta didik bersama dewan guru serta karyawan memeragakan cara mencuci tangan dari mulai telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, ibu jari.  Selain untuk memudahkan memahami cara mencuci tangan yang baik, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengajak para peserta didik senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Usai melaksanakan senam cuci tangan, dilanjutkan dengan mencuci tangan langsung menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah itu, dengan arahan dari bapak Doni F. Peserta didik melakukan kerja bhakti bersama membersihkan lingkungan madrasah dengan didampingi oleh bapak ibu guru.

Nadia Ayu, merasa bangga karena madrasahnya aktif dalam kegiatan kebersihan. Menurutnya, kebersihan menjadi bagian terpenting dalam hidup apalagi sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.  “Kegiatan ini bermanfaat untuk saya. Selain menjadi pengetahuan kebersihan, juga mengantisipasi penyakit,” ungkapnya.  Menurut Nadia yang duduk di bangku kelas 9 B mengaku, telah membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, juga ketika pulang berpergian.

Wakil kepala bidang Kesiswaan, Moh. Mushoffan menyampaikan, MTs Negeri Gresik adalah Madrasah Sehat dan Peduli Lingkungan. Dalam perjalanannya, MTs Negeri Gresik banyak menorehkan prestasi dibidang Kesehatan/UKS begitu juga Kader-kader-nya. Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (L2SS) tingakt Provinsi pernah dijuarai oleh MTsN Gresik. Sehinggah daripada itu – sebagai wujud perilaku hidup sehat – Madrasah rutin menggelar senam cuci tangan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting bagi murid ketika sebelum dan sudah makan khususnya.  “Ada kegiatan PHBS cuci tangan dan sebagainya. Kami pihak sekolah menanamkan pola tersebut, dengan menyediakan sabun dan air bersih yang selalu ada setiap saat. Kami gencar dalam kegiatan seperti ini untuk memberikan kebersihan dilingkungan sekolah yang nantinya bisa diterapkan di rumahnya masing-masing,” ungakp Moh. Mushoffan.

Selain itu, ibu Ummu Syaffaah selaku Pembina UKS berharap peserta didik menerapkannya tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumahnya masing-masing. “Harapannya pola hidup bersih di sekolah maupun di rumah itu menjadi kebutuhan mereka, sehingga menjadi kebiasaan,” tuturnya. (abd)

Yuk Melek Hukum Kejari Kab. Gresik Gelar Edukasi Hukum di MTs Negeri Gresik
Yuk Melek Hukum Kejari Kab. Gresik Gelar Edukasi Hukum di MTs Negeri Gresik

Yuk Melek Hukum Kejari Kab. Gresik Gelar Edukasi Hukum di MTs Negeri Gresik

Kab. Gresik (MTsN Gresik) –  bentuk inovasi yang digalakkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gresik adalah melakukan trip field ke sekolah-sekolah. Trip field ini dikenal dengan istilah “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS). JMS adalah  program yang sifatnya rutin saat ini sedang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik. Kedatangan Tim dari Kejaksaan Negeri didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik melalui Kasi PendMa bapak Moh. Nasim.

JMS penting dilaksanakan karena program JMS dianggap sangat signifikan terhadap sosialisasi ke sekolah-sekolah dan ini merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa diseluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Kejaksaan RI mencanangkan program Jaksa Masuk Sekolah.

Selain itu, Program JMS merupakan program pencegahan dan inovasi serta komitemen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar baik di tingkat Dasar, Menengah, dan Atas.

Rabu, (26/02) pada kesempatan ini Tim dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik telah melaksanakan kegiataan JMS ke peserta didik MTs Negeri Gresik diikuti sekitar 360 peserta dari seluruh kelas 9 dan anggota pengurus OSIS. Adapun kegiatan JSM ini bertujuan untuk pembelajaran dan penyuluhan hukum kepada peserta didik agar mereka memahami tentang hukum dan hukuman.

Sebelum pelaksanaan sosialisasi, ketika berada di sela-sela waktu kunjungan berlangsung. Tim Adiwiyata bersama Tim Kejari dengan didampingi oleh Kasi PendMa bapak Moh. Nasim melakukan penanaman pohon di kawasan hutan juga pelepasan bibit ikan di kolam yang berada di belakang madrasah. Kegiatan penanaman pohon di lingkungan madrasah ini merupakan bentuk pembiasaan pelestarian terhadap lingkungan. Mengingat MTs Negeri Gresik telah menyandang Adiwiyata Mandiri. Sehingga dari pada itu, Tim Adiwiyata memiliki program “One Guest One Tree”  artinya ketika ada tamu khusus berkunjung ke MTs Negeri Gresik maka mereka akan diajak untuk melakukan penanaman pohon sebagai partisipasi terhadap pelestarian lingkungan. “kita harus terapkan budaya cinta dan peduli terhadap lingkungan kepada siapapun. Hal Ini merupakan bentuk komitmen kita bersama” ungkap Abdul Azizi selaku ketua Tim Adiwiyata.

Mengusung tema “Kenali Hukum Jauhi Hukuman”  JMS hadir untuk mengenalkan hukum serta bahaya seperti tindakan pencurian, korupsi, narkoba, tawuran, penyalahgunaan Media Sosial (Medsos) dst. dengan tujuan menjauhi hukuman. “Termasuk bahaya tentang maraknya narkoba yang saat ini bisa ditemukan pada permen narkoba. Kami ingin edukasi generasi penerus agar dapat menjauhi kenakalan remaja dan mengenali hukum, sehingga masa depan tidak terganggu,” papar Tim.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik Ahamd Jamil sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kejari Kabupaten Gresik yang telah sempat mengadakan penyuluhan edukasi hukum kepada peserta didik kami.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat mengerti dan sadar betapa bahaya berprilaku buruk baik bagi diri sendiri maupun orang lain, sehingga bisa menyebabkan pidana,”akhirnya. (Abd)

MTs Negeri Gresik Selenggarakan Rapat Kerja (Review dan Evaluasi) RKT/RKAM, SOP, dan GERAMM
MTs Negeri Gresik Selenggarakan Rapat Kerja (Review dan Evaluasi) RKT/RKAM, SOP, dan GERAMM

MTs Negeri Gresik Selenggarakan Rapat Kerja (Review dan Evaluasi) RKT/RKAM, SOP, dan GERAMM

(MTsN Gresik) Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan, Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik menggelar Rapat Kerja (RAKER). Kegiatan Raker ini sebagai bahan untuk mereview dan mengevaluasi serta menindak lanjuti dari program-program yang sudah terencana dan terprogram. Santiaji, Waka Humas serta penanggung jawab kegiatan Raker menjelaskan bahwasanya, “kegiatan Raker diikuti oleh seluruh keluarga besar MTs Negeri Gresik terdiri dari unsur guru, pegawai, karyawan, dan komite. Pelaksanaanya berlangsung selama dua hari satu malam dari tanggal 31 Januari s.d 1 Februari 2020. Bertempat di Puncak Villa Resort Pacet, Mojokerto.” Selain itu, “Dalam kegiatan Rapat Kerja (review dan evaluasi) serta tindak lanjut ini, ada tiga tema yang menjadi topik bahasan. Pertama; Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), kedua; Standar Operasional Prosedur (SOP), dan yang ketiga; Program Gerakan Membangun Mandrasah (GERAMM). 

Beranjak dari tujuan kegiatan Rapat Kerja yang diselenggarakan, salah satu aspek penting untuk mewujudkan madrasah yang efektif, efisien dan akuntabel dalam rangka perbaikan kinerja manajemen dan kualitas pelayanan publik adalah dengan memperbaiki proses penyelenggaran administrasi melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi. Karena SOP merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi di madrasah. Rapat Kerja dibuka oleh kepala madrasah Ahmad Jamil. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan Rapat Kerja (review dan evaluasi). “Diharapkan pasca dari Raker ini ada program-program innovasi yang bisa meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pelayanan di MTs Negeri Gresik. “Mari kita bersama-sama berjuang untuk menjadikan nama MTs Negeri Gresik unggul di masyarakat. Hal ini tentunya juga ada peranan dari seluruh keluarga besar MTs Negeri untuk istiqamah dalam do’a agar cita-cita madrasah bisa terlaksana dengan baik”. Ungkap Ahamd Jamil.

Di kesempatan berikutnya, H. Abdu Munif selaku ketua Komite MTs Negeri Gresik dalam sambutannya memberi pengarahan kepada peserta Rapat Kerja untuk memanfaatkan waktu singkat ini semaksimal mungkin. Mengingat begitu padatnya agenda yang harus dibahas dan di selesaikan. Selain itu, beliau juga memberi penegasan bahwa untuk kegiatan Rapat Kerja, tidak diperkenankan hanya dibuat sebagai ceremonial saja. Melainkan harus dijadikan sebagai acuan dan evaluasi agar semakin baik. Ungkapnya. Dari hasil pemaparan setiap Tim dari masing-masing kategori baik RKT/RKAM, SOP, dan GERAMM, ada beberapa program yang akan dilaksanakan ke depannya. Seperti pada aspek RKT/RKAM, meskipun kegiatan di RKT/RKAM sudah diprogramkan di awal tahun pembelajaran pada semester ganjil, akan tetapi masih perlu adanya revisi untuk kegiatan yang bisa dilaksanakan di semester genap.

Sebagaimana yang disampaikan oleh bendahara madrasah bapak Utomo, “ada juknis revisi dari Kanwil yang baru sehingga ada tambahan kegiatan yang masih boleh dilaksanakan seperti ekstra Keagamaan.” Kemudian pada aspek Standar Operasional Prosedur (SOP), Tim mereview dan mengevaluasi kembali dari produk yang sudah dihasilkan seperti SOP Ka.TU, SOP Guru, SOP UKS, SOP Kepala Lab, SOP BK, SOP Perpustakaan, dst. Dari hasil yang sudah dibahas ada beberpa point di SOP yang perlu untuk dikembangkan lebih lanjut. Seperti SOP Lab IPA, ditemukan banyak peralatan yang harus dibuatkan SOP secara terperinci dan detail. Jelas bu Mida selaku Kepala Lab IPA sekaligus Tim SOP.

Pada aspek GERAMM – baik Gelem, Gefa, Gemi, Gemes – sudah memiliki baik produk maupun program yang sudah direncanakan dan terealisaikan dengan baik. Seperti di Gerakan Madrasah Interpreunership/Innovasi (GEMI). Produk unggulan atau Innovasi yang sudah berjalan yaitu Tata Boga dari bahan Kelor, mengingat di MTs Negeri Gresik budidaya Kelor sudah dilaksanakan. Madrasah sudah membuat banyak resep makanan dari Kelor seperti Puding Kelor. Meskipun keberadaan GERAMM di MTs Negeri Gresik sudah terealisasi akan tetapi masih butuh sentuhan lagi guna tercapainya madrasah yang Unggul dan Innovatif dari berbagai aspek. Begitu juga dengan RKT/RKAM dan SOP yang sudah dibuat akan menjadi maksimal pelaksanaannya jika selalu direview dan dievaluasi bersama-sama. (abd)

MTs Negeri Gresik Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri
MTs Negeri Gresik Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri

MTs Negeri Gresik Raih Penghargaan Adiwiyata Mandirimts-negeri-gresik-raih-penghargaan-adiwiyata-mandiri

(MTsN Gresik) Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik patut berbangga karena di akhir penghujung tahun 2019 kembali menerima penghargaan di bidang Lingkungan. Penghargaan yang diraih adalah kategori sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri. Prestasi yang diraih tersebut menjadi kado terindah bagi seluruh warga Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik. Dalam perjalanannya, MTs Negeri Gresik mengembangkan madrasah ramah lingkungan serta pembiasaan peduli lingkungan menuai prestasi secara berkelanjutan. Dimulai dari prestasi penghargaan Adiwiyata Kabupaten tahun 2013 kemudian disusul penghargaan Adiwiyta Provinsi Jawa Timur tahun 2016. Di tahun 2017 kembaili meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan yang terkahir penghargaan Adiwiyata Mandiri di peroleh di tahun 2019. Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup yang diberikan oleh Kementerian Linghkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia kepada Sekolah yang dinilai telah mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan di semua aspek kegiatan sekolah dalam rangka meningktakan peran warga sekolah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan dan juga telah berhasil membina sekolah imbas agar turut serta membudayakan ramah lingkungan dan melestarikan lingkungan sekolah sebagai wahana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. MTs Negeri Gresik mejadi bagian dari 105 sekolah se Jawa Timur penerima penghargaan Adiwiyata baik Nasional maupun Mandiri yang meliputi SD/MI, SMP/ MTs, SMA/MA dan SMK yang mendapat undangan untuk menerima piagam dan trophy yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2019 di Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat. Penghargaan Adiwiyata diserahkan secara langsung oleh Ibu Menteri Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Si. Abdul Aziz selaku Ketua Tim Adiwiyata MTs Negeri Gresik, di dampingi oleh Santiaji Waka Humas dan M. Mushoffan Waka Kesiswaan, mewakili Madrasah untuk menerima penghargaan piagam Adiwiyata Mandiri di Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat. Dengan penuh bahagia dan kegembiraan Abdul Aziz mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya untuk mengantarkan dan mewujudkan MTs Negeri Gresik sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri. “Pengahargaan ini tidak akan kita raih tanpa dukungan dan kekompakkan seluruh warga MTs Negeri Gresik” ucap Abdul Aziz. Santiaji menambahkan, “capaian penghargaan ini tentu menjadi pendorong semangat warga MTs Negeri Gresik untuk semakin sadar dan terus membudayakan hidup ramah dengan lingkungan dengan berbagai aktivitas dan kegiatan yang mengarah pada usaha pelestarian lingkungan”. “Pembina adiwiyata, Katua Tim dan Kader adiwiyata adalah bagian yang paling berperan dalam perolehan penghargaan ini maka tidak salah jika merekalah yang paling berbahagia dan berbangga dengan torehan prestasi tertinggi di bidang lingkungan ini,” tambah Mushoffan. Selasa, (17/12) Dalam sambutan saat apel pagi dalam rangka penyerahan penghargaan Adiwiyata Mandiri di MTs Negeri Gresik kepala sekolah menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarnya kepada Pembina dan Ketua Tim Adiwiyata, Kader Adiwiyata, Bpk/Ibu Guru beserta karyawan dan juga seluruh siswa siswi yang telah bekerja keras dalam mewujudkan impian menjadi sekolah berbudaya lingkungan yang ditandai dengan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Penghargaan ini tidak akan pernah kita peroleh tanpa adanya peran serta seluruh warga sekolah, semua mempunyai andil dengan aktifitasnya sendiri-sendiri imbuh kepala sekolah. Kebahagiaan yang dirasakan oleh warga MTs Negeri Gresik baik dewan Guru, karyawan, peserta didik diabadikan dengan berswa foto bersama dengan membawa piagam Adiwiyata Mandiri dan trophy. Peserta didik dari masing-masing kelas berfoto dengan wali kelasnya di area lingkungan MTs Negeri Gresik. “ Biarkan mereka menikmati hasil jerih payah atas pembiasaan berbudaya lingkungan yang selama ini diterapkan di Madrasah, ini adalah hadiah terbesar patut mereka berbangga dan bergembira ria”, ungkap Zainuri selaku Waka Kurikulum. (abd)

Gresik Bisa 2019; MTs Negeri Gresik Terima dua Penghargaan
Gresik Bisa 2019; MTs Negeri Gresik Terima dua Penghargaan

Gresik Bisa 2019; MTs Negeri Gresik Terima dua Penghargaan

(MTsN Gresik) Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik bertekad kuat untuk mewujudkan Daerah Inovator dan Pelopor dibidang lingkungan. Salah satu program untuk mendukung tercapainya inovasi tersebut adalah “Gresik Bisa 2019”. Apa itu Program Gresik Bisa 2019? Kata “Bisa” singkatan dari (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri). Program Gresik Bisa adalah bagian dari program Inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik terhadap pelestarian dan penataan lingkungan yang bersih, indah, sejuk, dan asri. Melalui program Gresik Bisa yang dihelat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan Jawa Post ini diharapakan partisipasi, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan semakin membaik. Sasaran lomba program Gresik Bisa 2019 diikuti oleh pemukiman (kampung) juga sekolah penyandang Adiwiyata.

Dalam program lomba Gresik Bisa 2019 ada penghargaan yang diberikan dan terbagi atas lima kategori yaitu; kategori pemukiman, SMP/sederajat, SMA/sederajat, serta kategori penghargaan Adiwiyata sekolah-sekolah terpilih dan kebersihan untuk peserta kategori perusahaan. Di ajang bergengsi di bidang lingkungan tingkat Kabupaten tersebut Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik meraih juara satu kategori SMP/sederajat. Kemenangan yang diraih berdasarkan penilaian dari kunjungan tim Juri Gresik Bisa 2019, Senin, (18/11). Tim Juri datang di madrasah dan menilai langsung kondisi lingkungan madrasah yang nantinya menjadi acuan dalam menentukan madrasah terbaik dalam bidang pelestarian lingkungan.

Waktunya tiba, Penyerahan penghargaan pemenang dalam ajang bergengsi lomba Gresik Bisa 2019 berlangsung tadi malam , Minggu, (08/12) bertempat di halaman Icon Mall Gresik, jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo (depan RSUD Ibnu Sina) dalam acara “Awarding Gresik Bisa 2019”. Acara tersebut merupakan acara puncak rangkaian panjang perjalanan menuju Gresik Bisa 2019. Sebagai kehormatan, Santiaji mewakili MTs Negeri Gresik menerima Piala dan penghargaan langsung dari Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Untuk memeriahkan sekaligus sebagai penutup event “Gresik Bisa 2019” tersebut, digelar Gresik Green Fashion Carnifal (GFC). Green Fashion Carnival merupakan ajang lomba kreativitas mendesain aneka busana dari bahan daur ulang, tapi bukan berbahan plastik. Lalu, busana itu diparadekan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai sekolah Adiwiyata se-Kabupaten Gresik. Di ajang GFC, perwakilan dari MTs Negeri Gresik atas nama Nadya Ayu Puspitasari, memakai kostum dari daur ulang terlihat bak putri dari kerajaan dongeng. Dengan mengusung konsep inovasi dan tema daur ulang ramah lingkungan untuk kostum GFC menambah kemeriahan tersendiri. Berbagai macam bentuk kostum dan hiasannya membuat rasa percaya diri bagi peserta GFC saat memparadekannya. Berjalan di atas karpet merah dengan bergaya dan berjalan khas Catwalk seperti model sungguhan. Memamerkan setiap detail rancangan kostum yang dipakai di hadapan Juri.

Dari hasil penilaian tim juri, MTs Negeri Gresik di nobatkan menjadi salah satu pemenang di GFC. Nadya Ayu P. meraih juara tiga dalam ajang GFC yang berlangsung sore kemarin. “ini penghargaan kali kedua setelah penghargaan kategori lomba lingkungan”, kata Santiaji. Penghargaan yang diraih hari ini, semoga menjadi jalan dan petunjuk untuk meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri nantinya,” ucap Abdul Aziz. Uungkapan syukur terlontar dari kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik Ahmad Jamil. “Alhamdulillah, do’a kita, doa bersama-sama yang kita panjatkan kepada Allah SWT akhirnya terkabulkan, semoga barokah dan MTs Negeri Gresik semakin jaya.” Ungkapannya. (abd).

Menuju Adiwiyata Mandiri MTs Negeri Gresik Siap di Nilai
Menuju Adiwiyata Mandiri MTs Negeri Gresik Siap di Nilai

Menuju Adiwiyata Mandiri MTs Negeri Gresik Siap di Nilai

(MTsN Gresik) sebagai Madrasah Calon Adiwiyata Mandiri- sebuah penghormatan bagi keluarga besar MTs Negeri Gresik- Tim Juri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengunjungi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik. Kedatangan yang dipimpin oleh ibu Noor Indrastuti bersama ibu Linda Sibarani dalam rangka verifikasi lapangan (verlap) bagi calon madrasah Adiwiyata Mandiri. Kedatangan beliau berdua didampingi oleh beberapa Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Gresik. Turut mengawal juga perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Abdul Aziz, ketua Tim Adiwiyata MTs Negeri Gresik mengatakan bahwasanya, di Kabupaten Gresik, untuk Sekolah/Madrasah Calon Adiwiyata Mandiri tahun 2019 yang mengajukan diri sebanyak dua belas lembaga. Dari dua belas lembaga yang mengajukan dokumen calon sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) hanya enam yang dinyatakan lulus verifikasi dokumen. Satu dari enam lembaga tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik. Data yang diterima ini berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan dengan nomor surat: S.372/LATMAS/PGL/SDM.2/11/2019 Lulusnya verifikasi dokumen bagi sekolah calon Adiwiyata Mandiri tersebut akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan (verlap) untuk melihat langsung di lapangan. Data yang masuk dan dinyatakan lulus kemudian dicocokkan dengan kondisi real di lapangan. Pelaksanaan verlap oleh Tim Juri dari KemenLHK dilaksanakan secara sampling. Dari enam lembaga yang lulus verifikasi dokumen tidak semua dikunjungi untuk verifikasi lapangan. “ini adalah taqdir, MTsN Gresik jadi sampling Verlap,” ujar Abdul Aziz. MTs Negeri Gresik menjadi salah satu madrasah sampling verifikasi lapangan. Hal itu tidak membuat lemah bagi Tim Adiwiyata mengingat dokumen yang dikirmkan dan diajukan telah lulus verifikasi. Hal itu menandakan bahwasanya kondisi fisik dilapangan juga sama seperti apa yang tertera di dokumen. Pemikiran positif tersebut dijadikan sebagai motivasi yang kuat oleh Tim Adiwiyata MTs Negeri Gresik untuk melengkapi dan membenahi hal-hal yang belum maksimal di lapangan. Sehingga pada pelaksanaan vervikasi semua berjalan lancar dan sukses. Kunjungan verifikasi sesuai jadwal yang direncanakan. Rabu, (27/11) Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik sebagai Calon Madrasah Adiwiyata Mandiri dinilai. Tim Juri, Ibu Noor dan ibu Linda (sapaan akrab) sebelum keliling lapangan dan berdiskusi dengan peserta didik beliau mengikuti kegiatan ceremonial penyambutan yang berlangsung di Gedung Pendidikan Islam (GPI). “ MTs Negeri Gresik hijau, bersih, dan asri” kesan pertama ibu Noor dalam sambutannya. Reaksi spontan tepuk tangan datang dari seluruh dewan guru dan karyawan membuat suasan di GPI tersebut mengukir sebuah moment yang sangat menggembirakan dan mengharuhkan atas kesan dari ibu Noor selaku Tim Juri. “ MTs Negeri Gresik siap di verifikasi dan di nilai,” tambah Ahmad Jamil dalam sambutannya. Dari hasil verifikasi di lapangan yang dilakukan oleh Tim juri, secara umum terdapat sinkronisasi dan match anatara dokumen dan bukti fisik. Begitu juga secara eksplore pengetahuan tentang lingkungan, peserta didik memahami tentang program Adiwiyata dan hal-hal yang harus dilakukan dan dibiasakan untuk menjaga lingkungan madrasah. “Peserta didik paham tentang Adiwiyta, bukti fisik juga ada, juga ditemukan Inovasi seperti produksi pupuk kompos, juga Literasi berupa karya tulis siswa buku tentang Lingkungan,” tambah ibu Linda. Sebelum Tim juri melakukan kunjungan ke madrasah Adiwiyata binaan MTsN Gresik yaitu MI Nurul Ulum dan MIN 2 Benjeng, Tim juri mengekspose feed back dari hasil verifikasi yang telah dilaksanakan. Hasil dari feed back yang di presentasikan, ada beberapa point yang dirasa perlu untuk pembenahan. “yang kami share ini bukan temuan kok, melainkan sebuah upaya untuk pembenahan agar MTs Negeri Gresik ke depannya bisa maksimal dalam mengelola program Adiwiyata. Karena verifikasi ini masih dalam proses menuju Mandiri,  belum Mandiri” ungkap bu Noor. Hasil dari Verifikasi oleh Tim juri diantaranya adalah; terkait dengan Biopori, menurutnya, perlu menambah biopori lagi. Meskipun sudah banyak biopori yang terpasang di halaman madrasah tetapi perlu ditambahi lagi di area yang memiliki genangan air. Biopori tidak hanya terpasang di depan tetapi juga harus ada di belakang, di kebun buah, di hutan dst. Kemudian tentang Sampah; pemilahan sampah yang dilakukan oleh peserta didik melalui beberapa proses sampai pencacahan dan penggilingan dengan mesin kemudian pengepakkan sampah sudah bagus. Peserta didik memahami betul tentang pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Sebuah catatan kecil, menurutnya perlu ada inovasi lagi untuk menggantikan mesin yang dipakai dengan alat yang ramah lingkungan. Karena mesin yang dipakai masih menggunakan bahan bakar bensin. “ bisa dengan menggunakan pedal dengan penggeraknya adalah siswa, bukan mesin”, menurutnya. “Secara keseluruhan sudah baik” pertegas lagi dari Tim juri. Semoga hasil verifikasi yang kita lakukan bisa memberikan hasil yang baik bagi MTs Negeri Gresik untuk meraih gelar Madrasah Adiwiyata Mandiri. Sebelum pamit, ibu Noor menunjukkan bungah hias dari hasil daur ulang  plastik ke seluruh dewan guru dan karywan serta peserta didik, “ ini bagus, karena hasil daur ulang” katanya, tetapi tidak boleh dilakukan karena memanfaatkan plastik menjadi duar ulang sama halnya menambah sampah baru, karean pada prinsipnya plastik sulit terurai. “Mari kita bersama-sama mengurangi sampah di lingkungan madrasah kita,” Ajak ibu Noor. (abd)

Peringatan Maulid Nabi SAW. di MTs Negeri Gresik
Peringatan Maulid Nabi SAW. di MTs Negeri Gresik

Peringatan Maulid Nabi SAW. di MTs Negeri Gresik

(MTsN Gresik) Satu diantara peringatan hari besar Islam yang diperingati dengan meriah adalah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Seluruh masyarakat di berbagai penjuru Alam. Terlebih di Indonesia, begitu antusias menyambut peringatan Maulid Nabi. Sebuah tradisi yang dilaksanakan setiap tahun dengan berbagai macam bentuk dari yang sederhana sampai yang terkesan mewah. Dari yang klasik sampai yang modern. Hal itu dilakukan untuk menghormati dan meramaikan hari kelahiran Baginda Rasul Muhammad SAW. Rabiul Awwal adalah bulan kelahiran Baginda Rasul Muhammad SAW. Momentum di bulan Rabiul Awwal ini lantas di jadikan sebagai peristiwa yang agung bagi umat Muslim di penjuru dunia. Dikarenakan kelahiran Rasulullah SAW menjadi cahaya penerang dalam syiar Agama Islam. Perjuangannya dikenang sepanjang masa. Manusia yang sangat berpengaruh sepanjang zaman. Dengan akhlak dan cinta menjadi ruh disetiap langkahnya untuk membawa umatnya ke jalan yang benar. Jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT, yaitu addinul Islam. Sebagai umat Nabi Muhammad, bentuk dari penghormatan sekaligus bakti kepadanya, maka di bulan Rabiul Awwal ini seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi, lembaga pendidikan, institusi, universitas, beramai-ramai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemeriahan perayaan maulid merupakan wujud dari kegembiraan dan kecintaan kepada Rasulullah sosok yang menjadi uswatun hasanah (teladan terbaik) bagi seluruh umat. Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik salah satu lembaga pendidikan yang memiliki visi berakhlakul karimah dituntut untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah malalui pembentukan karakter spritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, momentun Rabiul Awwal diwujudkan dalam bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sambutan dan apresiasi luar biasa datang dari peserta didik. Mengingat tidak sedikit peserta didik MTsN Gresik adalah para pencinta jama’ah shalawat ‘ala an-Nabi. Hal tersebut lantas di jadikan sebagai spirit untuk bisa menjadi umat Muhammad, umat yang selalu bershalawat dan berakhlakul karimah. Berlomba-lomba untuk meraih syafa’at darinya. Turut memeriahkan Group Banjari MTs Negeri Gresik dengan lantunan-lantunan shalawat ala an-Nabi membuat suasan pecah di pagi hari itu, Selasa, (12/11). Terik panas matahari yang menyengat tak bisa membendung semangat peserta didik dan dewan guru untuk bershalawat. “Apa yang kita lakukan har ini adalah bentuk penghormatan, kecintaan, sekaligus rasa syukur kami terhadap Rasulullah Muhammad SAW,” ungkap Nuril Huda, Ketua Panitia. Dalam kesempatan Peringatan Maulid Nabi 1441 H, Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik mendatangkan penceramah kondang dari Surabaya. Beliau adalah Kyai H. Imam Syafi’i. “Sebuah penghormatan dari saya pribadi bisa bertemu lagi dengan keluarga besar MTs Negeri Gresik. Ini kali kedua saya bersilaturrahmi, sebelumnya hadir di Peringatan Isra’ dan Mi’raj.” Kata Imam Syafi’i. Dalam tausiah yang beliau sampaikan kepada civitas akademik MTs Neger Gresik, mengajak untuk memperbanyak baca shalawat dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Kita sebagai umat Nabi Muhammad sangat beruntung dikarenakan ada syafaat dari beliau untuk umatnya yang selalu bershalawat kepadanya. Selain itu, dalam diri Rasulullah terdapat uswatun hasanah (tauladan terbaik). Untuk menjadi manusia yang beruntung di sisi Allah, dan dicintai oleh Nabi Muhammad, maka yang harus kita lakukan adalah berakhlakul karimah. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1441 H harus dijadikan titik pijak untuk meneguhkan kembali komitmen mencontoh perilaku Nabi. Dengan semangat ini, kita berharap dapat menebar dakwah Islam dengan penuh kedamaian. Keluhuran akhlak Rasulullah saw mesti tercermin dalam sikap genersi muda hususnya bagi peserta didik di manapun berada. (abd)