Penulis: Husnul Abid

Madrasah dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)nya merupakan wadah satu-satunya untuk menjalankan program kesehatan di lingkungannya. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan melalui UKS di madrasah antara lain: imunisasi, screening, pembinaan kader UKS, dan pembinaan lingkungan sehat.

Untuk memantau seluruh aktivitas kegiatan kesehatan peserta didik di madrasah, maka Tim Pembina UKS MTs Negeri Gresik memberikan buku raport kesehatan kepada seluruh peserta didik.

Seperti kegiatan Screening hari ini, Rabu, (12/10) seluruh peserta didik membawa buku “Raport Kesehatanku” hasil dari penilaian Tim Petugas Kesehatan Puskesmas akan di catat di buku tersebut.

Layaknya raport akademik, buku raport kesehatan UKS dengan nama “Raport Kesehatanku” merupakan buku catatan riwayat kesehatan anak di lingkungan madrasah. buku Raport tersebut diisi oleh Tim UKS bekerjasama dengan petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan.

Melalui buku “Rapor Kesehatanku” madrasah dapat mengetahui track record permasalahan kesehatan peserta didik sehingga ketika terdapat permasalahan kesehatan pada siswa, sekolah dapat memberikan penanganan yang tepat

Buku Raport Kesehatanku ini dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI Direktorat Bina Kesehatan Anak
Direktorat Jendral Bina Gizi dan KIA Tahun 2014 sesuai jenjang pendidikan. Di dalamnya memuat catatan kesehatan, terdapat beberapa penilaian. Misalnya, riwayat kesehatan anak. Para siswa ditanya seputar riwayat kejang hingga kelainan bawaan yang pernah dialami. Termasuk riwayat kesehatan keluarga. Baik penyakit menular maupun tidak menular.

Selain catatan kesehatan, juga memuat seputar informasi kesehatan. Buku Raport tersebut menjelaskan tentang berbagai risiko kesehatan yang bisa dialami anak-anak sampai remaja. Di antaranya, kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual.

“Upaya memaksimalkan peran terhadap fasilitas yang dimiliki madrasah terus dilakukan guna menjadikan madrasah hebat bermartabat, mandiri berprestasi, berprilaku mencintai dan melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Pamuji (abd)

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu program pokok Trias UKS. Pelayanan kesehatan yang dimaksud meliputi skrining kesehatan anak atau yang lebih dikenal dengan penjaringan kesehatan, pemantauan kesehatan, serta penyuluhan kesehatan.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan peserta didik, Tim Kesehatan Puskesmas UPT Metatu, Benjeng melakukan Tes Screening. Kegiatan Screening diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8, dan 9 MTs Negeri Gresik. Rabu, (12/10)

Kegiatan Screening yang berlangsung di MTs Negeri Gresik meliputi; penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan mata dan telinga, serta golongan darah.

Urwati, selaku pembina UKS MTs Negeri Gresik menyampaikan bahwa kegiatan Screening ini merupakan kerjasama UKS MTs Negeri Gresik dengan Tim Kesehatan Puskesmas UPT. Metatu, Benjeng yang bertujuan sebagai upaya deteksi dini bagi kesehatan peserta didik.

Tim Kesehatan Puskesmas, dr. Nova menambahkan bahwa kegiatan Screening tidak hanya melakukan pemeriksaan, namun memberikan feedback bagi anak yang mengalami masalah dalam kesehatan agar secepatnya di bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala madrasah, pamuji menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini sangat baik dan sangat membantu madrasah untuk mendeteksi kesahatan anak sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan generasi muda. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Puskesmas UPT Metatu yang sudah memberikan pelayanan terbaiknya kepada anak-anak kami. (abd)
Sumber : MTsN Gresik

(MTsN Gresik) – Ribuan peserta didik MTs Negeri Gresik melaksanakan Shalat Dhuha, Dzikir dan Istighosah. Kegiatan sebagai bentuk pembentukan karakter spritual dan mental peserta didik ini dilaksakan di masjid Ibnu Sina. Dengan di dampingi oleh bapak dan ibu guru serta karyawan. Jumat, (07/10)

Pelaksanaan sholat Dhuha di MTs Negeri Gresik ini rutin dilaksanakan setiap pagi, tepatnya sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pada kesempatan kali ini, pelaksanaan shalat Dhuha disertai dengan Dzikir dan Istighosah. Menurut Abdul Aziz selaku Waka Kesiswaan, kegiatan Dzikir dan Istighotsah yang dilaksanakan setelah shalat Dhuha berjamaah dijadwalkan satu kali dalam satu bulan karena kegiatan tersebut merupakan progam pembiasaan MTs Negeri Gresik.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Dzikir dan Istighosah dengan di pimpin oleh guru Agama yang dilaksanakan hari ini memiliki tujuan yaitu, pertama; meminta kepada Allah SWT agar keluarga besar MTs Negeri Gresik diberikan keselamatan dan kesehatan, serta kelancaran dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di madrasah, kedua; mendoakan keluarga besar MTs Negeri 19 Jakarta Selatan atas musibah yang terjadi pada tanggal 6 Oktober 2022 menelan korban 3 anak meninggal dan 2 luka dirawat di rumah sakit, ketiga; sebagai sesama saudara muslim, turut berduka cita atas tragedi pada tanggal 1 Oktober 2022 di stadion Kanjuruhan Malang yang menimpa suporter Arema, dan keempat; menyambut bulan Nabi SAW, bulan Rabiul Awwal yang di nanti-nantikan oleh ummat-nya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Pamuji berharap agar program pembiasaan karakter spritual peserta didik MTs Negeri Gresik berjalan Istiqomah, “mohon untuk bapak dan ibu seluruhnya baik guru dan karyawan selalu mensupport dan ikut mendampinginya.” Kata Pamuji penuh harap.

Selain itu, beliau juga ikut turut berduka cita atas beberapa musibah yang di alami dalam sepekan ini, datang dari keluarga kita yaitu musibah di MTsN 19 Jakarta Selatan dan Tragedi Stadiun Kanjuruhan Malang yang menelan korban ratusan nyawa.

“Semoga korban jiwa yang meninggal khusnul khatimah ditempatkan di sisi Allah SWT, juga korban yang masih dirawat diberikan kesembuhan dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan oleh Allah SWT Amin.” Tutup Pamuji dalam doanya. (abd)

Kab. Gresik (MTsN Gresik) – Meraih juara tentu menjadi impian bagi setiap peserta dalam ajang kompetisi yang diikutinya. Hal itu dibuktikan oleh Diva Avrilia Candini, peserta didik kelas 8-A MTs Negeri Gresik. Ia kembali menorehkan juara Runner-up 3 tingkat SMP sederajat di ajang English Contest (Econ-SPIKIZI) season 1 yang diselenggarakan oleh Rihand Creative Malang, Jawa Timur secara online.

SPIKIZI (Speak Easy) adalah lomba mendongeng tingkat Nasional dimana para peserta akan bercerita dalam bahasa Inggris dengan gaya kreatif mereka. Peserta akan diberikan waktu 10 menit untuk penampilannya.

Selain itu, peserta diperbolehkan menggunakan kostum, gambar, alat peraga dan bahan pendukung lainnya untuk membuat cerita lebih menarik. Sedangkan kriteria penilaian lomba terdiri dari Materi (tata bahasa, kosa kata, intepretasi cerita, dan pengucapannya), dan Penampilan ( interaksi, intonasi, dan ketepatan waktu)

Rangkaian perlombaan yang diikuti oleh Diva dimulai dari babak penyisihan dimana Diva meng-upload video rekaman berdurasi 10 menit beserta naskah ceritanya. Di babak ini dipilih 5 peserta untuk maju ke babak final dengan penampilan zoom di depan dewan juri berdurasi 7 menit.

Alhamdulillah, dari rangkaian proses perlombaan, kategori D tingkat SMP sederajat dengan tema “Finding Yourself or Growing Up”, Avrilia Diva Candini kelas 8-A dinobatkan sebagai Runner Up 3 Story Telling di ajang yang diselenggarakan oleh Rihand Creative SPIKIZI Sesi 1 Malang Jawa Timur.

Waka Kesiswaan, Abdul Aziz mengatakan, kemampuan berbahasa Inggris Avrilia Diva Candini sangat bagus, apalagi ketika bisa menjadi beberapa karakter tokoh dalam cerita. “Keunikan itu yang saya lihat, terutama dari segi karakter bahasa. Selain itu, dari segi mental cukup bagus, bisa bersaing dengan peserta lainnya dari berbagai daerah,” ujarnya.

“Selamat dan sukses untuk Diva, terimakasih sudah mempersembahkan yang terbaik buat madrasah, pertahankan terus prestasi di setiap ajang yang diikutinya, semoga bisa lebih baik.” Pungkas Pamuji kepala madrasah. (abd)

MTsN Gresik – Pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran di MTs Negeri Gresik ada yang berbeda. Biasanya Guru dan Karyawan mengenakan busana Putih Hitam pada hari Senin dan Selasa, begitu juga dengan peserta didik yang mengenakan busana Putih Biru. Akan tetapi pada hari ini, Selasa (4/10) seluruh warga MTs Negeri Gresik mengenakan pakaian batik.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan dalam rangka memperingati hari batik Nasional yang tepat pada tanggal 2 Oktober 2022.

“Batik merupakan hasil kekayaan budaya bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan. Dengan berbatik, tidak ada lagi strata sosial, kaya maupun miskin. Karena batik menunjukkan kolektivitas dan kebersamaan.” Ungkap Pamuji kepala madrasah saat memberikan makna dalam peringatan hari batik Nasional di tahun 2022 ini.

Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Peringatan Hari Batik Nasional, biasanya peringatan tersebut ditandai dengan mewajibkan pegawai memakai baju batik di setiap instansi pendidikan maupun non pendidikan.

13 tahun yang lalu tepatnya 9 Oktober 2009 batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dhabi.

Penetapan itu merupakan yang ketiga kalinya bagi Indonesia setelah Keris dan Wayang yang terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO.

Peringatan hari batik Nasional di MTs Negeri Gresik disambut dengan antusias oleh warga madrasah. Terlihat dari peserta didik yang mengenakan baju batik dengan rapi sebagai wujud kebanggaan atas budaya Indonesia.

“Saya senang dan bangga mengenakan baju batik, selain sebagai hasil kekayaan budaya Nusantara, mengenakan baju batik juga terlihat menawan, gagah dan elegan.” Kata Hafis kelas 8-J.

Guru Seni Budaya, Urwati mengungkapkan bahwa batik menjadi ciri khas bangsa. Mengenakan batik berarti mencintai budaya. Oleh karenanya, mari selalu cintai dan jaga warisan nenek moyang kita dengan terus melestarikannya.

Sementara itu, Waka Humas, Sutoyo mengatakan, “sebagai Pemuda Penerus Bangsa, Selaku siswa-siswi MTs Negeri Gresik harus terus melestarikan keberadaan batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi.

“Selamat hari batik Nasional 2022, lestarikan budaya, bangga mengenakan batik” Pungkasnya. (abd)

Kab. Gresik (MTsN Gresik) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTs Negeri Gresik mengadakan pertemuan rutin dan Outbond. Kegiatan rutin kali ini diselenggarakan secara out door, bertempat di Puri Gendis, Trawas Mojokerto, Jawa Timur. Rabu, (28/09)

Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, sebanyak 50 anggota DWP MTs Negeri Gresik bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota Dharma Wanita Persatuan. Selain itu, kegiatan rutin ini juga berfungsi sebagai penyegaran bagi Ibu-Ibu setelah bergelut dengan rutinitas harian yang melelahkan baik secara fisik maupun mental.

Kegiatan Outbound yang selama ini identik dengan kegiatan bagi anak-anak, ternyata juga cukup mengasyikkan dan banyak manfaatnya. Pasalnya, dalam kegiatan ini setiap Ibu bisa bebas bergerak, berekspresi, berteriak-teriak, tertawa lepas tanpa beban, tanpa canggung bahkan saling menertawakan satu sama lainnya. Hal tersebut diharapkan bisa berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental para Ibu yang selama ini disibukkan dengan berbagai macam rutinitas baik di rumah sebagai Ibu rumah tangga maupun di tempat kerja baik sebagai pegawai maupun guru.

Selian itu, dalam kegiatan Outbound ini juga mengasah jiwa kepemimpinan seseorang terutama ketika mengatasi permasalahan yang ada, tidak cepat putus asa, tetapi tetap semangat untuk mencari solusi yang terbaik, tidak harus dengan kekerasan tetapi diselesaikan dengan pemikiran yang tenang, sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.

“Trimakasih banyak atas partisipasi Ibu-Ibu DWP MTs Negeri Gresik dalam kegiatan pertemuan rutin dan Outbound. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat dalam menjalankan seluruh program DWP untuk ke depannya”. Kata Suyati, Ketua DWP MTs Negeri Gresik. (abd)

Kab. Gresik (MTsN Gresik) Musim kemarau di depan mata, ratusan peserta didik dari kelas 7, sebagian kelas 8 dan seluruh kelas 9 menyambutnya dengan kegiatan kerja bakti lingkungan. Rabu, (28/09).

Peserta didik perempuan membersihkan ruangan kelas masing-masing sedangkan peserta didik laki-laki bersama sama dengan guru pendamping melakukan aksi di pokja green house, taman toga, taman buah rumah kompos dan hutan madrasah. Sebagian dari mereka menyiram tanaman, menghimpun sampah daun, merapikan tanaman dan lain-lain.

Kegiatan ini wujud dari gerakan PBLHS ( Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah ). Ditemui di sela-sela kegiatan, Iwan Hadi Saputro, ketua tim Adiwiyata mengharapkan supaya kegiatan ini bisa berlangsung terus menerus dan ditingkatkan sehingga perilaku terhadap lingkungan hidup membudaya menuju kualitas lingkungan di madrasah yang lebih baik.

Sebelumnya, tepat pukul 07.00 – 08.00 peserta didik juga melaksanakan kegiatan rutin sholat Dhuha dilanjutkan dengan istighotsah yang merupakan kegiatan pembiasaan dalam rangka peningkatan kualitas iman kepada Allah SWT.

” Dengan melaksanakan sholat dhuha dan istighotsah secara rutin semoga membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah.” Ucap Ust. Achmad Nuril Huda, S.Ag. dengan senyum penuh harapan. (adz)

MTsN Gresik – Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik melaksanakan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 8.

Pamuji selaku kepala madrasah mengatakan bahwa tujuan diadakan AKMI adalah sebagai bentuk evaluasi yang diselenggarakan Kementerian Agama untuk mengukur kompetensi peserta didik madrasah dalam Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya.

Ujian AKMI bagi peserta didi kelas 8 MTs Negeri ini dilaksanakan di 3 ruang Laboratorium Komputer yang telah dilengkapi dengan perangkat Komputer yang digunakan dalam proses ujian tersebut.

Pelaksanaan AKMI yang diikuti oleh kelas 8 sejumlah 347 secara teknis dibagi menjadi dua Gelombang, gelombang pertama dimulai tanggal 24 dan 26 September 2022 dengan diikuti oleh peserta didik kelas 8A s.d 8-E yang terbagi atas dua sesi, pukul 07.30-10.00 untuk sesi 1 dan pukul 10.30-13.00 untuk sesi 2.

Selanjutnya untuk Gelombang kedua di mulai hari Selasa dan Rabu, 27-28 September 2022, dengan diikuti oleh peserta didik dari kelas 8-F s.d 8-J dengan teknis yang sama.

AKMI dilaksanakan berbasis komputer, dengan dua moda yakni secara online penuh (siswa mengerjakan soal secara online langsung pada server pusat) dan secara semi online (siswa mengerjakan soal secara offline pada server madrasah, selanjutnya jawaban siswa dikirim oleh operator madrasah secara online ke server pusat)

Bapak Mushaffan selalu Waka Kurikulum mengucapkan bamyak terima kasih kepada seluruh pihak baik panitia, pengawas, khususnya proktor dan tenaga tekhnis yang telah membantu sehingga AKMI di MTs Negeri Gresik berjalan tanpa kendala apapun.

“Semoga hasil asesmen tersebut dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan peserta didik sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.” Pungkasnya. (Humas MTsN Gresik)

MTsN Gresik – Prestasi dalam bidang bercerita (Story Telling) dari peserta didik MTs Negeri Gresik tidak pernah sepi. Dalam setiap ajang yang diikutinya selalu menorehkan prestasi.

Kali ini, di sebuah ajang bergengsi “English Contest” yang diselenggarakan oleh Jurusan PBI FTKI IAIN Seikh Nur Jati Cirebon, Alifya Yeza Azarina peserta didik kelas 7-B meraih juara 3 Story Telling tingkat Nasional yang dihelat secara online dan offline pada tanggal 20-21 September 2022.

Anak yang memiliki motivasi yang kuat dan berkepribadian humoris ini sukses membawakan judul “Malin Kundang” dalam story telling yang ia bawakan. Setelah melewati proses uploud video rekaman yang ia buat, kemudian diseleksi oleh tim juri, dan Zeze, Sapan akrab, masuk top 5 besar, dan menjadi salah satu peserta yang mengikuti grand final di IAIN Seikh Nur Jati Cirebon secara tatap muka (offline)

Sifat percaya diri yang ia miliki menjadi motivasi bagi dirinya saat tampil dan bersaing dengan peserta lainnya. Memainkan gaya bahasa lisan dan tubuh didukung dengan properti yang ia bawa, menjadi nilai tambah di depan tim juri. Dan Alhamdulillah, meski meraih juara tiga, Yeza tidak patah semangat. Ia tetap bersyukur atas prestasi yang ia dapatkan.

“Alhamdulillah, berkat doa dan bimbingan dari semuanya saya meraih juara 3, jauh-jauh dari Gresik ke Cirebon Alhamdulillah dapat juara 3,” ungkapnya penuh syukur.

Prestasi juara 3 yang ia torehkan mendapatkan apresiasi dari kepala madrasah bapak Pamuji, ia berharap agar peserta didik lainnya bisa mengikuti jejak Alifya Yeza Azarina untuk meraih prestasi.

“Selamat dan sukses, tetap semangat dan terus berkarya dan berprestasi,” pungkasnya.

MTsN Gresik – Bagian tak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. P5 ini merupakan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman secara langsung sesuai dengan karakteristik lingkungannya. Hal itu bertujuan untuk mencapai kompetensi global dan berperilaku yang dapat mencerminkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik. Selain itu, P5 dapat meningkatkan ketrampilan dan kreativitas kontekstual peserta didik dalam setiap fase pendidikannya.

Dalam proses pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang baru di MTs Negeri Gresik terdapat rangkaian kegiatan yang harus dilewati. Diantaranya adalah;

Pertama; seluruh peserta didik dari kelas 7,8,9 mendapatkan pemahaman awal tentang P5.

Kedua; menyiapkan ekosistem madrasah direncanakan proyek Pesta Demokrasi OSIS sebagai bagian dari kebutuhan perjalanan roda organisasi OSIS.

Ketiga; membuat desain proyek P5. Dalam desain proyek itu kemudian dipilih dan tetapkan pelaksana kegiatan Pesta Demokrasi OSIS yang kemudian disebut Komisi Pemilihan OSIS yang diperankan oleh peserta didik dari anggota pengurus OSIS lama.

Keempat; Komisi Pemilihan OSIS kemudian melaksanakan penjaringan calon ketua dan wakil ketua, kemudian merencanakan tahapan kampanye dan pemungutan suara. Dengan pendampingan oleh tim panitia P5 yang dikoordinatori oleh Pembina OSIS Syubhan Muhadi. Terpilihlah enam kandidat sebagai calon ketua dan wakil ketua OSIS MTs Negeri Gresik periode 2022-2023.

Kelima; dilaksanakan persiapan-persiapan kegiatan kampanye dan pemungutan suara. Sebelum masa kampanye, Komisi Pemilihan OSIS memberikan arahan dan mempersiapkan calon ketua dan wakil ketua untuk menyiapkan orasi Visi dan Misi.
Keenam; puncak kegiatan pesta Demokrasi OSIS MTs Negeri Gresik, yang berlangsung Hari Sabtu, 27 Agustus 2022 bertempat di GOR.

Disnilah selama empat pekan dilalui, seluruh peserta didik akan mengetahui wawasan dan kemampuan demokrasinya. Mereka menghargai perbedaan gagasan dan argumen menjadi sesuatu yang wajar. Sebagai calon, pendukung, maupun pemilih akan memperoleh edukasi politik dengan menghargai perbedaan satu sama lainnya.

Kekompakkan dan bekerjasama Komisi Pemilihan OSIS dengan seluruh panitia P5 benar-benar di ujikan di sini.

Pemungutan suara berlangsung dengan lancar, peserta didk dari kelas 7,8, dan 9 datang ke TPS secara bergantian. Secara teknis, pemungutan suara berbasis digital online, tim panitia P5 dan Komisi Pemilihan OSIS mempersiapkan beberapa laptop di dalamnya sudah terpasang aplikasi, peserta didik tinggal tekan “pilih” salah satu dari 6 kandidat yang di tetapkan sebagai calon ketua dan wakil ketua.

“Alhamdulillah, pelaksanaan P5 dalam kegiatan Pesta Demokrasi OSIS di MTs Negeri Gresik berjalan dengan lancar dan kondusif, 99% target ketercapaian kegiatan ini telah terpenuhi.” Ungkap Syubhan Muhadi, Pembina OSIS.

Perhitungan suara berakhir, berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari jumlah total 1018, sebanyak 962 suara terpakai, sisanya berjumlah 56 suara tidak terpakai karena kendala teknis dan ketidakhadiran peserta didik.

Perolehan suara tertinggi di raih oleh Agung Prasetyo Atmaja kelas 8-A dengan jumlah suara 532 sebagai calon ketua OSIS dan Almira Azalia Putri kelas 7-B dengan jumlah suara 569 sebagai calon wakil ketua OSIS periode 2022-2023. Selasa, (30/08).

“Pengalaman berdemokrasi bisa dirasakan dan dimaknai langsung oleh peserta didik. Semangat gotong-royong dan kerjasama tim, menghargai perbedaan, hingga menerima keputusan dan aturan-aturan. Dengan begitu, harapan menanamkan karakter profil pelajar Pancasila telah teruji.” Ungkap Pamuji, kepala madrasah. (abd)