Penulis: Husnul Abid

(MTsN Gresik) – Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 Nopember menjadi momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam “Pertempuran 10 Nopember 1945” di Surabaya. Oleh karenanya, momentum ini diperingati dengan menggelar upacara bendera diberbagai Daerah, khususnya di satuan pendidikan.

Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik sebagai satuan pendidikan Negeri tidak mau melewatkan momentum bersejarah ini. Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan digelar di halaman madrasah dengan diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, dan karyawan. Kamis, (10/11)

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Matsanegres menjalankan kepercayaan untuk menaikkan Sangsaka Merah Putih dan diiringi oleh Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh marching band Giri Sangkakala Nada. Upacara Peringatan Hari Pahlawan berjalan dengan khidmat.

Lagu Gugur Bungah, persembahan dari Regu Paduan Suara (Padus), dinyanyikan sebagai rasa untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur di medan perang.

Lagu Gugur Bungah, mengisyaratkan bagi seluruh Bangsa Indonesia, khususnya para pelajar untuk lebih membangkitkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Imam Syafi’i selaku Pembina Upacara dalam amanatnya, “peristiwa Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya sebagai pertempuran pertama dan terbesar dengan pasukan Jepang setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar. Oleh karenanya, untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan maka kita sebagai pelajar harus lebih menghormati dan menghargai bapak dan ibu guru, jadilah pelajar yang pintar dan cerdas dengan akhlak (karakter) yang baik dan memiliki ketekunan dan semangat belajar.” Pinta Syafi’i kepada seluruh peserta didik.

Di akhir amantnya, ia mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk meneriakkan “Pekik Perjuangan”

“Merdeka, Merdeka, Merdeka,”
“10 Nopember, Hari Pahlawan…”
“Kota Pahlawan, Surabaya.”
“Takbir, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar.” (abd)

MTsN Gresik – Torehan prestasi kembali diraih oleh peseta didik MTs. Negeri Gresik dalam berbagai event olimpiade online selama bulan Oktober 2022.

Kurang lebih 37 prestasi ini dicapai dari berbagai mata pelajaran. Meskipun penyelenggaraannya secara online namun tidak menyurutkan semangat para peserta didik dalam mengikutinya.

Pamuji, kepala MTs. Negeri Gresik menandaskan bahwa peserta didik tetap dimotivasi untuk mengikuti kegiatan semacam ini. Paling tidak mereka akan mengetahui seberapa jauh kemampuan mereka dibanding dengan temannya yang lain di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Lita Sova selaku koordintaor Olimpiade menyatakan bahwa keikutsertaan peserta didik dalam olimpiade akan terus dipantau dan dievaluasi sampai mereka benar-benar mempunyai daya saing yang tinggi untuk mengikuti kegiatan serupa baik yang dilaksanakan secara online maupun offline.

Peran serta berbagai unsur harus ada, dalam hal ini Abdul Aziz selaku Waka Kesiswaan MTs Negeri Gresik berharap, “semoga di Bulan November ini prestasi dari Peserta Didik MTs Negeri Gresik lebih banyak dan lebih baik lagi. Oleh karenanya, mohon dukungan dan bimbingan dari seluruh bapak dan ibu guru untuk menumbuhkan bakat dan minat anak baik akademik maupun non akademik. Sehingga peserta didik yang belum pernah mengikuti ajang lomba bisa termotivasi untuk mengikutinya.”

(MTsN Gresik) – Sebagai Mahasiswa tentu akan merasakan pengalaman yang berbeda manakala terjun langsung dalam dunia pendidikan. Aktifitas yang dilakukan setiap hari di perguruan tinggi tempat mereka belajar tentu berbeda dengan kondisi di mana mereka bukan lagi belajar seperti biasanya, melainkan praktek secara langsung dalam pembelajaran di satuan pendidikan.

Itulah yang dirasakan oleh 9 Mahasiswi dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Univeritas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, selama dua bulan mereka magang di MTs Negeri Gresik guna menjalani masa PLP II.

PLP II atau Pengenalan Lapangan Persekolahan merupakan proses pengamatan atau observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa/i Program Sarjana Pendidikan untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, yang mempunyai tujuan memperkuat jati diri calon pendidik sekaligus membentuk kesiapan sebagai calon pendidik.

Banyak manfaat yang diperoleh Madrasah dalam pelaksanaan kegiatan PLP II Mahasiswi UINSA Surabaya di MTs Negeri Gresik, seperti manfaat dalam hal sumbangsih mereka saat memberikan pemikiran, tenaga, teknologi dalam perencanaan dan pengembangan perangkat pembelajaran.

Sementara bagi Mahasiswi PLP II UINSA Surabaya selama dua bulan di MTs Negeri Gresik tentunya mereka mendapatkan banyak pengalaman, diantaranya seperti pengalaman mengembangkan RPP, Media pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat pembelajaran. Selain itu, mereka juga merasakan langsung bagaimana menjadi guru yang menggantikan guru pamong di dalam kelas bersama peserta didik, serta menjadi pengganti bagi guru yang lain yang sedang berhalangan.

Kini, telah usai sudah perjalanan mereka di MTs Negeri Gresik, selama dua bulan mengenal dan mempelajari atmosfer kehidupan di MTs Negeri Gresik, dengan suka dan duka.

Rabu, (02/11), tiba saatnya 9 Mahasiswi dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Univeritas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di berpamitan dengan MTs Negeri Gresik dan dijemput oleh Ida Miftakhul Jannah selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Rangkain acara Penjemputan di laksanakan di ruang Kepala, dalam sambutannya Moh. Mushaffan selaku Waka Kurikulum dan sekaligus perwakilan dari Pimpinan Dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak kepada UINSA Surabaya yang memberi kepercayaan kepada MTsN Gresik untuk menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswanya untuk belajar mengimplementasikan ilmu yg dipelajari dikampus untuk diterapkan di dunia Pendidikan secara nyata, dan berharap kepada mahasiswa PLP II bisa meraih cita citanya.

Ibu Miftahul Jannah selaku DPL, juga memberikan ucapan terima kasihnya kepada keluarga besar MTs Negeri Gresik yang sudah menerima dengan tangan hangat dan terbuka bagi 9 Mahasiswinya dalam menjalankan PLP II.

“Semoga ilmu yang didapat di MTs Negeri Gresik bermanfaat sekaligus bisa menjadi modal bagi Mahasiswi calon pendidik yang suatu saat juga akan terjun menjadi seorang pengajar di lembaga pendidikan”. Ungkapnya.

Lebih lanjut, harapan dari Dosen DPL, “Kemitraan dalam dunia pendidikan antara UINSA Surabaya dan MTs Negeri Gresik semoga tetap istiqamah saling memberikan kontribusi bersama membangun dan memajukan madrasah,” pungkasnya. (abd)

MTsN Gresik – Sebuah upaya terus dilakukan oleh MTs Negeri Gresik sebagai optimalisasi jalannya pelaksanaan kegiatan di madrasah. Peran serta masing-masing unsur menjadi penentu maju mundurnya pelaksanaan program yang sudah terencana. Salah satunya adalah terbentuknya Satgas IMTAQ sebagai sarana membantu dan mengawal berjalannya kegiatan keagamaan di madrasah.

Sebanyak 72 anak perwakilan dari masing-masing kelas yang bergabung dalam Satgas IMTAQ Masjid Ibnu Sina memiliki peranan penting dalam membantu dan mengawal kegiatan keagamaan.

Muhammad Zainul Ulumil Izza, selaku koordinator Pokja Masjid mengatakan bahwa satgas IMTAQ Masjid Ibnu Sina ini memiliki peranan diantaranya: Menertibkan peserta didik ketika shalat jamaah di madrasah, Membantu kelancaran acara keagamaan di madrasah, Menjadi koordinator monitoring shalat 5 waktu, dan Membantu dalam menjaga kebersihan area masjid dan sekitarnya.

Seperti yang sedang berlangsung hari ini, beberapa Satgas IMTAQ (sesuai jadwal piket), membantu dalam mempersiapkan shalat Jamaah Dhuhur. Mereka berkeliling ke kelas-kelas dan melakukan penyisiran diberbagai tempat yang menjadi tempat ngumpulnya anak-anak. Serta mengawasi pelaksanaan shalat agar berjalan dengan tertib. Rabu, (02/11)

Lebih lanjut, ketua Ta’mir Masjid Ibnu Sina ini menjelaskan asal mula terbentuknya Kader Satgas IMTAQ berawal dari Studi Lapangan di SMPN 10 Malang dalam rangka MTsN Gresik menuju Asean Eco School. Dalam observasinya, ditemukan Kader Masjid dengan nama Polisi IMTAQ Masjid Al-Ikhlas, yang memiliki peranan dalam mengawal kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Dari sini, guru mata pelajaran Fiqih ini mencoba mengadopsi dan menerapkan di MTs Negeri Gresik. Dan akhirnya muncullah Kader Satgas IMTAQ Masjid Ibnu Sina.

Sementara itu, Abdul Aziz selaku Waka Kesiswaan menjelaskan bahwa peran serta peserta didik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan menjadi kunci dalam terwujudnya lingkungan yang sehat, bersih, serta berbudaya lingkungan. Oleh karenanya, pembina Adiwiyata tersebut terus berupaya agar koordinator masing-masing Pokja memunculkan terobosan-terobosan dan langkah strategis sebagi upaya menjaga serta melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat di madrasah.

Harapan dari kepala madrasah “Semoga Satgas IMTAQ Masjid Ibnu Sina ini bisa Istiqomah mengawal kegiatan keagamaan, serta membantu mewujudkan warga madrasah berbudaya peduli lingkungan”, kata Pamuji. (abd)

CEO MediaGuru dan Gurusiana, Mohammad Ihsan menetapkan 136 pemenang lomba menulis kategori siswa (Sasisabu) menjadi kabar yang menggembirakan bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik, pasalnya dari 136 penulis yang masuk daftar pemenang, atas nama Faradiba Azzahroh kelas 7-G menjadi salah satu diantaranya. Senin, (01/11).

Ini surprise, tidak disangka di kanca Nasional dalam bidang Literasi peserta didik MTs Negeri Gresik mampu bersaing dengan peserta lainnya dan menjadi yang terbaik. Tulisan esai dengan judul “Membangun Karakter Pemuda, Melalui Diri Sendiri” mengantarkan Faradiba Azzahroh kelas 7-G menjadi salah satu pemenang lomba menulis mewakili MTs Negeri Gresik.

Lomba menulis (Sasisabu) yang diselenggarakan oleh MediaGuru itu dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda. Lomba menulis siswa bulan Oktober ini, berdasarkan keterangan yang di tulis oleh CEO MediaGuru dalam blognya, nantinya tulisan dari 136 siswa akan di bukukan menjadi sebuah buku Antologi dengan judul “Pemuda Harapan Masa Depan”

Hasil terbaik yang diraih oleh Faradiba Azzahroh ini tentu tidak lepas dari peran orang tuanya yang intens memberikan bimbingan untuk menulis, juga motivasi serta support dari Madrasah untuk anak didiknya agar mengeksplorasi bakat yang dimilikinya, yang tentunya salah satu dari beberapa bakat yang dimiliki bisa mengantarkan nya dalam prestasi. Seperti halnya Faradiba, selain memiliki bakat di Literasi, ia juga salah satu peserta ekstrakurikuler Tahfidz.

Kepala madrasah, Pamuji sangat bangga dengan prestasi Faradiba dalam bidang Literasi, ia memberikan apresiasi yang luar biasa ia juga berharap agar teman-temannya bisa termotivasi untuk menulis.

“Selamat dan sukses buat Faradiba Azzahroh, tetap semangat menulisnya, semoga di ajang-ajang yang lain bisa tetap meraih prestasi dalam bidang Literasi”. Tutupnya.

Di bawah terik mentari pagi, wajah sumringah terukir pada seluruh peserta didik MTsN Gresik. Dalam balutan pakaian adat dari berbagai suku daerah, dengan khidmat mereka melaksanakan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda. Tak hanya itu, Bapak/Ibu guru dan staf TU juga turut serta mengenakan busana terbaiknya.

Rangkaian upacara di mulai dengan pengibaran bendera oleh tim Paskibraka. Berlanjut dengan pembacaan Ikrar Pancasila, sumpah pemuda dan menyanyikan lagu nasional diiringi oleh grup paduan suara.

Pertama:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ibu Lucky selaku pembina upacara hari ini menyatakan, peringatan meriah sumpah pemuda hari ini merupakan kolaborasi dari rangkaian puncak bulan bahasa. “Kita tanamkan nilai-nilai nasionalisme, Bhineka Tunggal Ika dengan mengenakan pakaian adat. Kita ukir sejarah dengan karya.” Ujarnya.

Bapak Pamuji selaku Kepala Madrasah juga berpesan untuk tetap semangat menggunakan Bahasa Indonesia, melestarikan Bahasa daerah dan mempelajari bahasa asing. Bangsa yang besar adalah bangsa yang terus belajar demi melanjutkan tongkat perjuangan pahlawan.

YouTube player
mtsn-gresik-bersholawat2-2022

MTsN Gresik – 12 Rabiul Awal adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seluruh Umat Muslim memperingatinya sebagai bentuk rasa cinta dan kasihnya kepada Rasulullah SAW. Banyak ragam kegiatan pun dilakukan sesuai dengan tradisi dan budaya daerah setempat untuk mewarnai peringatan ini.

MTs Negeri Gresik mengadakan kegiatan bersholawat dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Anis Syahab, Senin (24/10)

Tujuan diadaknnya kegiatan ini adalah “Dengan Sholawat Mari Tumbuhkan Kecintaan Kepada Rasulullah.” Matsanegres Bershalawat ini dilaksanakan di GOR, dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan, seluruh peserta didik dan wali murid kelas 7, 8, dan 9. Turut hadir juga dari Kantor Kemenag Kab. Gresik, Komite MTs Negeri Gresik, MAN 2 Gresik, MIN 1 Gresik, MIN 2 Gresik, Pejabat Pemerintah Desa Metatu, serta ketua Almuni MTsN Gresik, dan masih banyak lainnya.

Kegiatan pra acara dibuka dengan lantunan sholawat dari group Banjari MTsN Gresik, selanjutnya tampilan Ahbabul Musthafa dari Lamongan semakin menambah semangat pecinta Rasulullah SAW dalam melantunkan sholawat ala an-Nabi.

Achmad Nuril Huda selaku Panitia mengatakan bahwa sebagai Muslim kita wajib merayakan maulid (hari lahir) sebagai bentuk rasa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Surga dan kenikmatannya akan menjadi keberuntungan bagi siapa saja yang bershalawat dan memohonkan selamat serta berkah atas Rasulullah SAW. Tuturnya penuh kecintaan kepada Nabi SAW.

Pada acara inti, juga diselingi Mau’idhoh hasanah yang diisi langsung oleh Habib Anis Syahab dari Jakarta, beliau menyampaikan bahwa cara agar bertemu dengan Nabi SAW adalah dengan banyak membaca shalawat. Dengan bershalawat kepadanya, maka kita mengakui bahwa kita sangat mengidolakan Nabi SAW. Dengan bershalawat, sedikit demi sedikit hati yang akan tertutup itu akan terbuka. Sehingga, perlahan tapi pasti, cahaya atau syafa’at dari Rasulullah SAW akan dengan mudahnya masuk pada hati kita.

Lantunan sholawat menggema bersama Habib Anis Syahab dengan diiringi oleh Ahbabul Musthafa, semua berlomba-lomba untuk meraih syafa’at Baginda Rasulullah SAW.

upacara-hari-santri-2022

Berdaya, kata Menag Yaqut Qolis, menandai pribadi santri yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
Berdaya juga mengandung makna bahwa santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Tujuan agama adalah memuliakan manusia. Dengan belajar agama, memperdalam ilmu pengetahuan, diharapkan santri akan mampu melaksanakan tujuan agama yaitu menjaga harkat martabat manusia atau hifdzunnafs.

Zainuri selaku penyampai amanat pada hari ini di upacara peringatan hari Santri MTsN Gresik menegaskan, Santri ada untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan Indonesia. Mengemban semangat untuk belajar dan berbakti pada negeri. Santun, hormat, sendiko dawuh adalah sosok khas Santri yang menjaga marwahnya.

Semoga anak-anak MTsN Gresik sebagai santriwan santriwati dapat mengemban amanat dan menjadi sosok yang sukses dunia dan akhirat. Pungkas Pamuji selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik.

#harisantrinasional
#harisantri
#berdaya#menjagamartabat#kemanusiaan
#Matsanegres

(MTsN Gresik) – Kedisiplinan dalam mutthalaah dan muraja’ah Al Qur’an menjadi kunci keberhasilan bagi penghafal Alquran (Tahfidz). Itulah yang selalu dilakukan oleh anak-anak yang bergabung dalam ekstrakurikuler Tahfidz setiap harinya sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas. Selain menghafal al-Qur’an, program Ekstrakurikuler Tahfidz di MTs Negeri Gresik juga mengikutkan anak-anaknya di berbagai ajang lomba Tahfidz. Hal ini yang dilakukan oleh Muhammad Zainul Ulumil Izza selaku Pembina dan pembimbing Ekstra Tahfidz.

Alhamdulillah, di ajang “Festival Anak Muslim” yang diselenggarakan oleh Gress Mall, prestasi kembali di raih oleh peserta didik MTs Negeri Gresik. Kali ini datang dari peserta didik kelas 7-B Almira Azzalia Alysa Putri.

Ajang Festival Anak Muslim diselenggarakan oleh official Gress Mall dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bertempat di lantai LG Gress Mall, Festival Anak Muslim tingkat Kabupaten diikuti oleh peserta dari jenjang TK s.d SMP sederajat dengan aneka jenis lomba seperti pildacil, mewarnai, kaligrafi, dan Tahfidz.

Momentum tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh madrasah dengan mengikutsertakan peserta didik dari ekstrakurikuler Tahfidz. Secara teknis, untuk kategori lomba Tahfidz jenjang SMP peserta memilih dua surah yaitu surah Al Kahfi dan Yasin. Tim juri akan menilai dengan kriteria kelancaran, makhraj, dan tajwid.

“Alhamdulillah, hasil penilaian tim juri ananda Almira Azzalia Alysa Putri peserta didik MTs Negeri Gresik meraih juara 1. Minggu, (16/10)

“Saya sangat senang dan bangga dengan capaian ini, meski teman-temannya belum beruntung, yang terpenting MTs Negeri Gresik sudah terwakili dengan salah satu prestasi anak didiknya dalam bidang Tahfidz. Ini yang membuat harum nama madrasah.” Ucap Muhamad Zainul Ulumil Izza, selaku pembimbing Ekstrakurikuler Tahfidz.

Prestasi ini disambut baik oleh kepala madrasah Pamuji, beliau mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih banyak atas bimbingan untuk anak-anak ekstrakurikuler Tahfidz.

(MTsN Gresik) – Bulan Oktober, bulan dengan nomor urut sepuluh. Sebagaimana halnya dengan bulan lain, ia juga memiliki hari-hari penting yang melekat padanya. Seperti Hari Kesaktian Pancasila, Hari Batik Nasional, Hari Surat-Menyurat Internasional, dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Selain itu, ada pula hari bersejarah yang juga kita peringati pada bulan ini, yaitu Hari Sumpah Pemuda. Hari itu menjadi dasar sebuah perayaan tahunan mengenai kebahasaan dan kesusastraan, yang kita kenal sebagai Bulan Bahasa dan Sastra.

Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik untuk menggelar serangkaian kegiatan. Kegiatan yang bertajuk “gerakan sehari menulis cerpen dan puisi”.

Gerakan tersebut menghasilkan karya “satu kelas satu buku” (SAKESABU) dan “satu guru satu cerita inspiratif” (SAGUSACI) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Bukan Bahasa diikuti tidak hanya peserta didik, namun juga melibatkan guru dan karyawan madrasah. Rabu, (12/10)

Menurut Kastinah selaku ketua pelaksana “kegiatan menulis cerpen dan puisi ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan hobi menulis di kalangan peserta didik. Juga untuk meningkatkan kegiatan literasi.” Ungkapnya.

Secara teknis, kegiatan menulis cerpen dan puisi dilaksanakan di masing-masing kelas dengan didampingi oleh wali kelas. Peserta didik menulis dikertas minimal dua lembar ukuran folio untuk cerpen dan minimal tiga paragraf untuk puisi dengan memilih judul bebas.

Sementara guru dan karyawan menulis di ruang guru, di perpustakaan, di gajebo, bahkan ada yang sambil berjalan-jalan guna mendapatkan inspirasi.

Berdasarkan penilaian dari tim juri, karya dari masing-masing kelas akan diambil juara terbaik 1,2, dan 3 setiap kategori dan juga juara individu terbaik 1,2, dan 3 dari kelas 7,8, dan 9 . Begitupun juga karya dari bapak ibu guru dan karyawan akan mendapatkan juara terbaik 1,2, dan 3.

“Semua karya baik cerpen dan puisi dari masing-masing kelas nantinya akan di daftarkan ISBN dan di bukukan menjadi karya buku antologi.” Tambah Kastinah penuh optimis.

Dalam kegiatan menulis cerpen dan puisi ini, Pamuji selaku kepala madrasah berharap peserta didik mampu meningkatkan kreativitas dalam bidang bahasa dan sastra. Selain itu, pengembangan karakter perlu di biasakan dalam bentuk kesadaran akan pentingnya menulis sebagai sarana untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan secara estetis. Sehingga outputnya peserta didik akan lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia sebagai jati diri bangsa dalam kehidupan sehari-hari. (abd)